Ibu Beritahu Anak Kanser Yg Dia Tak Perlu Berjuang Lagi, Tapi Jawapan Anaknya Buat Netizen Menangis !!!

| December 7, 2017 | 0 Comments

Ibu Beritahu Anak Kanser Yg Dia Tak Perlu Berjuang Lagi, Tapi Jawapan Anaknya Buat Netizen Menangis !!! | KITA VIRAL – Ruth Scully, seorang ibu yang tinggal di Maryland, AS menceritakan kisah anak laki-lakinya yang berjuang melawan kanser yang menyebabkan ramai rasa simpati muncul dari netizen.

Bulan 9 tahun 2015, Nolan sering mengeluh kerana hidungnya tersumbat. Awalnya Ruth dan suaminya mengira Nolan hanya terkena selsema biasa, tapi semakin lama Nolan semakin kesulitan bernapas.

Kemudian, pada bulan November tahun itu, doktor menemukan adanya tumor di rongga hidung Nolan dan mengatakan bahawa Nolan menderita kanser yang disebut Rhabdomyosarcoma.

Nolan yang waktu itu baru berusia 4 tahun langsung menjalani kemoterapi dan radiasi. Akibatnya, rambutnya harus botak , tubuhnya semakin lemah, sel kansernya juga terus menyebar.

Nolan pun didiagnosa kelangsungan hidupnya hanya 20-40%. Ruth mengatakan bahawa Nolan menunjukkan kekuatan yang tak terbayangkan dalam berjuang melawan penyakitnya selama beberapa bulan terakhir.

Dan dia juga berkata bahawa ia merasakan sakit anaknya yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Ketika Ruth membawa Nolan ke rumah sakit untuk yang terakhir kalinya, Nolan telah berjuang melawan kansernya selama 1 tahun.

Anak ini tidak boleh makan kerana apapun yang ia makan pasti akan dimuntahkan. Pada bulan Februari, doktor mengatakna bahawa tumornya telah menyebar ke seluruh tubuh Nolan sehingga Nolan harus menjalani pembedahan di dadanya.

Ruth juga berkata, ia merasa ada perasaan yang samar-samar tentang dirinya dan Nolan. “Tanggal 1 Februari, aku bersama pasukan perubatan duduk bersama untuk berdiskusi, saat doktor akan mulai berbicara.

Aku boleh melihat sorot matanya tidak boleh menutupi kesedihan.” Ruth mengatakan bahawa doktor selalu jujur terhadapnya. Kali ini doktor berkata bahawa tumor besarnya sudah menekan saluran pernapasan dan jantung Nolan.

Tumor di otot Nolan sudah semakin ganas seperti api menyebar dengan cepat. Ruth berkata, “penjelasan doktor tidak mengatakan bahawa apakah Nolan memiliki kesempatan untuk disembuhkan kerana tubuh Nolan telah kebal terhadap segala ubat.

Dan rencana mereka selanjutnya adalah membuat Nolan lebih nyaman.” Ini artinya mereka sudah menyerah dengan pengubatan Nolan. Dan mereka berharap Nolan boleh menjalani sisa hidupnya dengan damai.

Ruth menceritakan pembicaraan memedihkan ini terhadap anaknya, “Nolan, kamu sekarang gak perlu berjuang keras lagi”.

Tapi, Nolan dengan polos berkata, demi ibunya ia akan terus berjuang. Ruth berkata, “sayangku, ibu sudah tidak boleh berbuat apa-apa lagi, yang ibu boleh lakukan hanya memastikan bahawa kamu selamat sampai surga.”

Walaupun tubuh Nolan sudah tidak ada tenaga, ia masih tersenyum dan berkata, “jadi, aku cuma boleh pergi ke surga untuk bermain ya.. Dan menunggu ibu untuk datang. Ibu pasti datang kan?”

Akhirnya Ruth menandatangani dokumen untuk menyerah terhadap pengubatan Nolan dan Nolan juga sudah mengetahui bahawa ia akan berpisah dari ibunya.

Ia pun setiap pagi dan malam selalu berada di sekitar ibunya bahkan saat ibunya mandi pun, dia berbaring di keset luar kamar mandi menghadap ke arah ibunya.

Dan saat Ruth keluar kamar mandi, Nolan diangkat kembali ke tempat tidurnya dan mereka saling mengucapkan ucapan perpisahan terakhir mereka, menyanyikan lagu dengan lembut sambil mendoakan Nolan.

Nolan pun berusaha membuka matanya dan berkata “aku mencintai ibu”. Dan dengan begitulah Nolan pun pergi untuk selamanya menuju surga…

Ruth yang menceritakan kisah perjuangan anaknya melawan kanser ini juga menyebut anaknya sebagai juara. Cerita dia telah dibagikan lebih dari 610.000 pengguna.

Dan beberapa bulan setelah kematian Nolan, ia berkata: “sekarang aku sangat takut kalau hendak ke kamar mandi, kerana aku hanya melihat keset kosong dan dulu diatasnya ada seorang anak laki-laki yang sempurna menunggu ibunya.”

Kredit : Bomb Via IniSerius.com

Tags: , , ,

Category: Kisah Rumahtangga

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *