Suami Curiga Aku Mengkhianatinya, Sudah Berulang Kali Meminta Cerai, Namun ‘1 SMS’ Ini Membuatku Hampir GILA !!!

| October 23, 2017 | 0 Comments

Suami Curiga Aku Mengkhianatinya, Sudah Berulang Kali Meminta Cerai, Namun ‘1 SMS’ Ini Membuatku Hampir GILA !!! | KITA VIRAL – Aku dan suamiku sudah menikah dua tahun, hari- hariku terasa sangat tertekan, aku sudah ingin hampir mati rasanya!

Aku dan suami berkenalan melalui media sosial. Sebenarnya keadaanku hari ini memang merupakan salahku sendiri.

Ketika aku berkenalan dengan dia, aku sudah memiliki kekasih, namun hubunganku dengan kekasihku tidak begitu baik.

Bekas kekasihku adalah seseorang yang sangat gila bekerja, dia lebih banyak menghabiskan waktunya demi pekerjaan daripada melayaniku.

Banyak waktunya dihabiskan dengan bekerja sehingga aku merasa dia tidak terlalu mencintaiku, dan memberiku kesempatan untuk berkenalan dengan lelaki lain.

Awalnya hubunganku dengan suamiku sangatlah baik, aku sangat bahagia jika berkomunikasi dengan dia. Bagiku, dia adalah lelaki yang sabar, tak peduli apa pun yang aku katakan, dia adalah orang pertama yang menjawabku.

Dia sabar mendengar luahanku, dan juga sering membuatku tertawa, perlahan-lahan aku menjadi semakin bergantung harap kepada dia.

Sebelum aku bersungguh-sungguh menjalani hubungan serius dengan dia, hubungan kami sudah terlebih dahulu diketahui oleh kekasihku. Aku pun berpisah dengan kekasih.

Setelah berpisah, aku sama sekali tidak merasakan patah hati, selalu ada suamiku yang menemaniku. Aku masih ingat saat- saat dia selalu memberikanku semangat.

Waktu itu, aku dan suami berhubungan jarak jauh (PJJ), kami seringkali berhubung melalui media sosial untuk berkomunikasi, hampir setiap kali bukan waktu kerja, kami akan menelefon atau chatting.

Ketika aku tidak membalas mesejnya atau tidak mengangkat telefonnya, dia terus mencariku dan membebel seperti seorang wanita, bertanya serta persoalkan segala perkara.

Jujur saja, ketika itu aku merasa perilaku suami adalah bentuk cintanya kepadaku, jika mencintai seseorang, dia pasti setiap saat akan memikirkanmu.

Aku mengira ini adalah sebuah kebahagiaan. Satu hari, dia mengatakan bahawa dia sudah tidak tahan lagi berhubungan jarak jauh.

Dia pun nekad berhenti kerjanya dan tinggal hampir  dengan tempat tinggal aku. Saat itu aku sangat terharu, ketika dia datang, dia tidak memiliki tempat tinggal, puas mencari rumah untuk dia sewa.

Awalnya kami begitu dekat, kami berdua sangat bahagia, setiap hari hampir tidak pernah berpisah, setelah 3 bulan, kami pun tidak sabar untuk menikah.

Setelah selesai menikah, sesuatu perubahan mendadak terjadi. Kami berdua semakin lama semakin renggang, aku memiliki teman dan kawan-kawanku sendiri.

Kadang-kadang ketika aku pergi keluar bersama teman, dia tidak henti- hentinya menelefonku, menyuruh aku untuk cepat pulang, bahkan sampai mencariku dimana berada.

Ketika aku sedang bekerja di pejabat, dia akan menelefon teman sepejabatku untuk memastikan bahawa aku benar- benar bekerja.

Lama- kelamaan aku menjadi semakin rimas, aku merasa dia mengongkong kebebasanku, kami sering bertengkar kerana hal ini.

Namun dia selalu menjelaskan bahawa dia melakukan sedemikian kerana dia sangat menyayangiku. Dia selalu beri alasan cinta untuk mengongkongku.

Suatu hari ketika aku sedang keluar bersama dengan teman- teman sepejabat, ketika pulang aku di hantar oleh teman sepejabat lelaki, ketika hendak masuk rumah, suamiku melihat kami.

Aku menjelaskan bahawa itu hanyalah teman pejabat, dia tak percaya dan menuduhku curang, aku malas untuk mempedulikannya, tak disangka dia tidak dapat menahan marah lalu menamparku.

Waktu itu aku benar- benar marah, aku mengemas barang- barangku dan keluar dari rumah, dia menarikku dan berlutut, memohon agar aku jangan pergi, namun semua itu tidak dapat menghalang aku!

Yang paling tidak aku sangka adalah dia menyalin semua senarai nombor telefon dari Handphoneku. Ketika aku meminta bercerai, dia bertindak mengirim satu mesej ‘viral’.

Dia mengirimkan mesej ke seluruh teman dan keluargaku, mengatakan bahawa aku curang dan membawa pulang lelaki lain ke rumah.

Tidak lama kemudian, aku menerima panggilan dari ibu ayahku dan teman-teman baikku, menanyakan apa yang terjadi padaku sebenarnya.

Bahkan suami juga mengirim mesej pada bos dan pelangganku pun turut menerima mesej singkat tersebut. Aku sudah tidak tahu mana nak letak muka lagi, aku benar-benar menyesal pernah menikah dengan suami seperti ini!

Sekarang ke mana pun aku pergi, selalu ada orang yang bercakap-cakap gosip di belakangku, seluruh kehidupan dan lingkungan pekerjaanku telah dipengaruhi oleh dia.

Aku sudah tidak mampu lagi meneruskan hubunganku dengan dia, tetapi apakah dengan bercerai ada gunanya? Namaku sudah diconteng arang!

Jawapan dari pakar :

Percintaan dibina dari kepercayaan, saling memahami adalah tiang yang paling asas. Setelah melihat seluruh ceritamu, saya merasakan perasaan suamimu itu sama sekali tidak boleh disebut “cinta”, namun itu cuma pemaksaan!

Suamimu terlalu takut untuk kehilangan, itulah yang membuatmu menjadi rimas. Orang seperti suamimu sering kali mengambil langkah yang ekstrim, ketika sedang “bercinta”, dia akan menjadikanmu seperti barang dia sendiri.

Namun jika kamu melawannya, dia akan menggunakan cara yang ekstrim untuk membalas, ini lah yang terjadi padamu!

Namun tidak semuanya boleh salahkan suamimu semata-mata, kamu juga perlu bertanggungjawab dalam kejadian ini. Ini kerana ketika kamu menjalin hubungan dengan suamimu, dalam masa yang sama kamu sudah ada kekasih.

Kemungkinan suami kamu sedang mencontohi perilakumu yang dulu. Selain itu, kalian juga belum berkenalan terlalu lama, dan sudah memutuskan untuk menikah.

Di sini, saya beri dua saranan untuk kamu, semoga dapat membantu:

1. Kamu harus mencari waktu untuk berbincang sebaiknya dengan suami mu mengenai hal ini. Tujuannya adalah untuk memperbaiki hubungan kalian yang sekarang.

Dengan cara memberikan dia satu lagi peluang. Keluarkan seluruh isi hatimu dan katakan pada dia. Kalian harus memberi ruang antara satu sama lain, tidak boleh terlalu takut atau cemburu buta. Kamu harus memberitahu prinsip ini kepadanya.

2. Jika kalian sudah tidak ada jalan keluar lagi, maka kamu harus memutuskan segala hubunganmu dengannya, termasuk tidak berkomunikasi lagi.

Jika suamimu mengambil langkah ekstrim lagi untuk mengapa-apakan mu, jangan teragak-agak untuk terus melaporkannya pada pihak polis!

sumber : pixpo

Tags: , , , ,

Category: Kisah Rumahtangga

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *